BULLYING
(Catharina Nidyaputri, M.Psi., Psikolog)
Baru-baru ini mulai banyak isu
bullying yang mulai kembali marak.
Isu bullying ini sudah amat sangat
dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, bahkan dimanapun ada saja perilaku bullying.
Definisi bullying adalah suatu tindakan yang dilakukan seorang individu atau
kelompok tertentu untuk mengintimidasi individu atau kelompok lainnya secara
sengaja yang berulang. yang mengakibatkan
penderitaan, kesengsaraan atau tekanan yang seharusnya tidak ada. Perilaku bullying
adalah perilaku berbentuk verbal, fisik atau psikologis yang
terjadi secara berulang kepada siapa saja yang mengakibatkan perasaan tertekan
dan tidak nyaman terhadap pelaku maupun korban bullying. Perilaku bullying
terjadi karena adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban.
TIPE
BULLYING
Ada
beberapa macam tipe bullying:
·
Verbal : bullying
dengan menggunakan perkataan seperti mengejek, menghina orang lain.
·
Fisik :
Memukul, meninju, menendang, atau melakukan pelecehan seksual
· Psikologis : menggosipkan orang, mengucilkan orang lain sehingga orang tersebut merasa dirinya sangat bersalah
Cyberbullying : bullying yang terjadi di media sosial atau internet, seperti memberikan komentar tidak sopan dan kasar pada orang lain.
PELAKU
BULLYING
Biasanya pelaku bullying melakukan tindakan seperti:- Meninju, menusuk, mencubit, mendorong, memukul, menggigit, meludah
- Berkelompok atau menyudutkan korbannya
- Menyebut atau menghina, mengancam
- Memalukan atau melontarkan lelucon yang kejam
- Menyentuh atau menyerang dengan cara seksual
- Mengejek tentang ras, agama, kecacatan, atau status sosial
Pelaku bullying juga dapat melakukan intimidasi secara tidak langsung, seperti:- menolak, mengisolasi
- memberikan peringkat atau penilaian, mempermalukan
- memanipulasi teman
- menulis email dan postingan yang menyakitkan atau mengancam di media sosial
- memeras, meneror.
Umumnya para pelaku bullying laki-laki lebih banyak
melakukan tindakan bullying secara
fisik dan pelaku bullying perempuan
lebih sering menyerang secara emosi. Walaupun kalau bullying dilakukan di media sosial atau internet, tidak lagi
mengenal gender secara khusus.
Lalu, kenapa yaa banyak
anak-anak melakukan tindakan bullying?
Anak-anak
melakukan bullying karena berbagai alasan, ada yang melakukan bullying karena memiliki perasaan tidak aman. Anak-anak akan
memilih seseorang yang tampak lebih lemah secara emosi dan fisik agar dapat
memegang kendali, merasa hebat dan popular. Terkadang kasus lainnya ada anak
yang melakukan bullying karena mereka
tidak tahu bahwa tidak boleh membeda-bedakan teman karena ras, penampilan
maupun agama. Adapun anak yang melakukan bullying karena meniru perilaku yang mereka lihat di
rumah. Anak-anak yang melihat interaksi agresif dan tidak baik dalam keluarga
sering kali belajar memperlakukan orang lain dengan cara yang sama. Dan
anak-anak yang diejek akan belajar bahwa penindasan dapat berarti kontrol
terhadap anak-anak yang mereka anggap lemah.
Lalu bagaimana yaa dampak untuk korban bullying?
- merasa takut,
- stres, depresi, atau cemas
- memiliki pikiran untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri
- mempunyai masalah dengan tugas sekolahnya
- memiliki masalah dengan suasana hati, tingkat energi, tidur, dan nafsu makan
Sebagai korban bullying pun perlu mendapat penanganan, untuk mengurangi kecemasannya, tetap dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan dapat berprestasi. Selain itu korban bullying pun dapat melakukan perilaku bullying kepada orang lain yang lebih lemah lagi darinya, sehingga rantai bullying tidak putus.
Bagaimana ya agar anak-anak jauh dari perilaku bullying?
- Orangtua perlu memberi contoh untuk tidak membedakan-bedakan orang lain atau anak lain
- Edukasi dini mengenai perilaku baik dan positif
- Menjalin komunikasi yg baik dengan anak
- Mengajarkan anak untuk dapat menceritakan jika ada perilaku yang tidak wajar kepada orangtua atau guru.
- Mengadakan kampanye Anti-Bullying di lingkungan sekolah
Yuk, kita
dukung gerakan Anti-Bullying agar
dapat memutuskan rantai bullying.
Referensi:
https://kidshealth.org/en/parents/no-bullying.html?ref=search
Olweus, D.
(1993). Bullying at school. Cambridge: Blackwell.
No comments:
Post a Comment